14 April 2026
Pengecoran pasir saat ini merupakan proses pengecoran yang paling banyak digunakan dan mudah diadaptasi dalam aplikasi industri, khususnya cocok untuk pembuatan badan pompa yang besar, berat, dan memiliki struktur yang kokoh.
plex, atau terbuat dari bahan paduan khusus (seperti baja tahan karat atau baja dupleks).
Dibandingkan dengan pengecoran cetakan, pengecoran pasir tidak dibatasi oleh ukuran atau berat komponen; dibandingkan dengan pengecoran presisi, pengecoran pasir memiliki biaya cetakan yang lebih rendah dan lebih cocok untuk produksi satu buah atau dalam jumlah kecil.

Berikut adalah analisis mendalam tentang proses pengecoran pasir untuk badan pompa, yang mencakup semua aspek mulai dari teknik pencetakan dan tantangan utama hingga standar industri.
Teknologi Pembentukan Inti
Dalam pembuatan badan pompa, pengecoran pasir pada dasarnya terbagi menjadi dua teknik pencetakan utama, yang menentukan presisi dan kualitas permukaan hasil coran:
Pengecoran Pasir Resin
Prinsip: Dengan menggunakan resin sebagai pengikat, pasir asli dicampur dan diisi di sekitar model, membentuk cetakan pasir yang keras setelah mengering.

Fitur: Cetakan pasir ini memiliki kekuatan tinggi, akurasi dimensi hasil coran yang superior, dan hasil akhir permukaan yang lebih baik dibandingkan dengan pasir tanah liat tradisional.
Aplikasi: Banyak digunakan dalam produksi badan pompa ukuran sedang dan besar, pompa hisap ganda, dan selubung pompa multi-tahap. Misalnya, perusahaan pengecoran besar seperti Jiangsu Wanhang menggunakan teknologi pasir resin untuk memproduksi coran pompa dan katup yang beratnya mencapai beberapa ton.
Pencetakan Pasir 3D
Prinsip: Memanfaatkan teknologi pencetakan 3D untuk menyemprot dan mengikat lapisan pasir secara langsung, sehingga menghilangkan kebutuhan akan cetakan kayu atau logam.
Keunggulan: Secara signifikan mempersingkat siklus R&D, memungkinkan pembuatan saluran aliran internal yang kompleks (seperti ruang tekanan berbentuk spiral) yang tidak dapat dicapai dengan proses tradisional, dan menghilangkan kesalahan dari permukaan pemisah.

Tantangan dan Solusi Teknis Utama
Selubung pompa (terutama selubung pompa sentrifugal) biasanya memiliki saluran aliran spiral yang kompleks dan ketebalan dinding yang tidak merata, yang sangat rentan terhadap cacat selama proses pengecoran pasir.
Cacat retak
Alasan:
Karakteristik material: Misalnya, baja tahan karat martensitik CA15 memiliki konduktivitas termal yang buruk dan mengalami ekspansi volume selama transformasi fasa, sehingga sangat rentan terhadap retak dingin.
Desain Struktural: Ketebalan dinding komponen seperti flensa badan pompa dan kaki penyangga (≥70mm) jauh lebih besar daripada ketebalan dinding casing pompa (sekitar 15mm), sehingga mengakibatkan tekanan termal yang besar akibat laju pendinginan yang tidak merata.
Ketahanan pasir: Kekuatan pasir resin yang berlebihan dan sifat elastisitasnya yang buruk menghambat penyusutan hasil pengecoran.
Larutan:
Optimalisasi Proses: Kendalikan waktu pelepasan cetakan (misalnya, 4-6 jam setelah pengecoran) untuk mencegah retakan pendinginan dini yang disebabkan oleh pelepasan cetakan.
Perlakuan Panas: Setelah dilepas dari cetakan, hasil coran segera ditempatkan di dalam tungku untuk perlakuan panas suhu tinggi (1100-1150°C), diikuti dengan pendinginan cepat atau bertahap untuk menghilangkan tegangan dan mencegah pembentukan struktur rapuh.
Pengendalian komposisi: Kendalikan secara ketat kandungan karbon (misalnya, di bawah 0,1%) untuk mengurangi tegangan transformasi fasa martensitik.
2. Inti Batuan dan Lubang Semburan
Tantangan: Saluran masuk dan keluar aliran badan pompa biasanya dibentuk oleh inti pasir. Metode pengecoran horizontal tradisional membutuhkan sejumlah besar penyangga inti untuk menstabilkan inti pasir, yang sering menyebabkan porositas atau fusi yang buruk di lokasi penyangga, sehingga mengakibatkan kebocoran selama pengujian hidrostatik.
Larutan:
Inti pasir vertikal: Ubah metode pencetakan dengan memposisikan inti pasir masuk dan keluar secara vertikal, memanfaatkan gravitasi untuk penguncian otomatis guna mengurangi atau menghilangkan kebutuhan akan penyangga inti.
Pencetakan terintegrasi: Pemanfaatan teknologi pencetakan 3D untuk menghasilkan inti pasir berongga dengan tulang rusuk penguat internal tidak hanya memastikan kekuatan tinggi tetapi juga menghilangkan kebutuhan perakitan, mengurangi risiko kesalahan pemasangan dan porositas gas pada sambungan.

